Loading...

Senin, 05 Desember 2011

METODE KERJA HOT TAPE

_________________________________________________________________________________ 14
METODE KERJA HOT TAPE
1. PERSIAPAN SEBELUM HOT TAPE DIMULAI
Sebelum proses hot tape dilakukan, sebaiknya mengikuti kondisi-kondisi dibawah ini:
a. Wakil perusahaan yang berkualifikasi yang seharusnya dipilih selama operasi Hot
Tape. Area dimana sambungan dibuat harus sudah di indetifikasi dengan ditandai dan
ketebalan logam di ukur dengan secara ultrasonic atau metode lain.
b. Izin kerja panas harus sudah ada jika area dimana pekerjaan berlangsung
membutuhkan izin dan semua kebutuhan gas api dan safety man diperlukan selama
pekerjaan. Fire Extinguisher (racun api) yang sesuai ( terutama dry chemical atau
pressurize fire hose) harus disiapkan dan sebuah fire watch yang sesuai.
2. SEBELUM MENGELAS DAN PENCAPAIAN LASAN
2.1. Langkah-langkah dibawah ini seharusnya dipertimbangkan :
a. Berlatih untuk memperhatikan bahwa sambungan (fitting) sudah diposisikan
dengan baik sebelum mengelas sehingga misalignment (ketidaklurusan) dari Hot
Tape mesin tidak terjadi.
b. Jika temperature logam kurang dari 10oC (50oF) pre-heat dari area lasan
seharusnya dilakukan, harus mengacu pada ASME-IX “Welding Procedure Code”
c. Ketika temperature logam dibawah titik kelembaban atmosphere, preheating atau
langkah lainnya mungkin dipertimbangkan untuk menurunkan kandungan uap air
(moisture) di area. Masuknya uap air (moisture) dapat menyebabkan lasan
merembes dan retak.
d. Welder yang bersertifikat seharusnya dipakai untuk menghasilkan lasan yang baik.
2.2. Mengelas Split-Tee Lasan Fitting di Line
Di sini dijelaskan langkah-langkah prosedur outline untuk mengelas tipe spesifik
dari Hot Tape fitting di line.
Persiapan Mengelas
a. Welder jalur pipa seharusnya berkualifikasi untuk mengelas berdasarkan
standard API-1104, ASME-IX dan API-1107. Welding Procedure harus sesuai
dengan itu.
b. Check area dari pipa dimana fitting ditetapkan. Bersihkan pipa dan check
roundness. Beberapa pipa lebih dari 1/8” out of round mungkin dibutuhkan
prosedur khusus pemasangannya. Pengecekan ultrasonic dari pipa seharusnya
dibuat jika disana kemungkinan ada korosi dalam dan laminasi pipa. Pengecekan
ini juga untuk mengkonfirmasikan ketebalan dinding pipa pada lokasi pipa dimana
fitting dipasang.
c. Bersihkan sudut-sudut fitting dimana lasan dibuat. Pindahkan cat, debu, karat, oli,
atau material lainnya.
d. Pindahkan moisture dari pipa sebelum pemasangan fitting. Panas dari sebuah
oxyacetylene torch umumnya digunakan untuk metode pemindahan ini. Jaga
elektroda didalam rod oven untuk mencegah elektroda dari penyerapan uap air.
e. Moisture pada permukaan pipa atau pada lapisan elektroda dapat menyediakan
sebuah sumber dari atomic hydrogen. Ketika hydrogen menjadi penyerap dilasan
dan panas mempengaruhi sekitarnya, Lasan dapat menjadi retak.
2.3. Posisi Fitting Pada Pipa
_________________________________________________________________________________ 15
a. Ujung-ujung dari fitting yang terlihat diindetifikasi dengan dicat band. Ujungujung
diindentifikasi lebih lanjut dengan stamp nomer pada atas dan bawah
fitting pada ujung band. Bands harus terlihat untuk kelurusan fitting yang benar
ketika dipasang pada pipa. Nomer-nomer juga harus bersesuaian.
b. Disini direkomendasikan bahwa minimum gap disiapkan pada ujung fitting. Lihat
gambar dibawah.Gerinda fitting jika dibutuhkan untuk mencapai gap yang sesuai.
Jika dibutuhkan, gerinda seam lasan proyeksi dari pipa, tetapi tidak menipiskan
ketebalan pipa. Chain boomer dan mekanik lainnya mungkin membantu untuk
memasang fitting.
c. Gap 1/16 sampai 3/16 inch direkomendasikan diantara atas dan bawah fitting
ketika membuat lasan longitudional. Jangan melebur lasan ke pipa. Gap lasan
yang sesuai dari 1/16 sampai 3/16 inch normalnya akan mencegah peleburan.
Tambahan potongan lasan dapat digunakan untuk tindak pencegahan lebih
lanjut.Penggunaan dari tambahan potongan steel mungkin membutuhkan
persiapan lasan bevel (siku-siku) secara khusus..
d. Elektroda regular lasan jalur pipa ( AWS E-XX10) harus sudah digunakan dengan
baik pada lokasi jalur pipa kelembaban rendah dan untuk temperature diatas
50oF, tetapi direkomendasikan liat point e) dibawah.
e. Untuk hasil yang terbaik direkomendasikan bahwa low hydrogen elektroda (AWSXX18)
digunakan untuk fitting. Low hydrogen elektroga khusus direkomendasikan
untuk mengelas fitting pada lokasi jalur pipa yang berkelembaban tinggi dan
temperature dibawah 50oF. Low hydrogen electrode direkomendasikan untuk
digunakan kapanpun Carbon Equivalent dari pipa diatas 0.45 (berdasarkan atas :
CE = C : (Mn/6)) Dimana CE = Carbon Equivalent, C = % karbon, Mn = % dari
Mangan. AWS E-XX18 seharusnya digunakan sehingga retak lasan dapat
dihindari. Retakan dapat dihasilkan dari terciptanya tegangan (stress) ketika
perlakuan pengerasan logam. Penggunaan electrode ini mungkin membantu
untuk mencegah penundaan hydrogen yang menyebabkan retakan (cracking).
Jaga electrode pada container khusus atau di rod oven kering untuk mencegah
electrode dari menyerap moisture(uap air).
f. Preheat atau postheat pada umumnya tidak praktis untuk aliran jalur pipa.
Standard desain fitting dan material tidak dibutuhkan preheat atau postheat lasan
dibawah normal ( 50oF) dan diatas dan bawah pada area lasan pipa dari API 5LX-
52 (kondisi. Lihat parameter 7.2.2 e) .
g. Arahkan lasan atas dan bawah fitting hanya pada longitudinal siku-siku (bevel)
(tidak untuk pipa)
_________________________________________________________________________________ 16
h. Elektroda E-XX16 dapat digunakan alternative, jika elektroda E-XX18 tidak ada di
stock.
2.4. Urutan-Urutan Mengelas
a. Lengkapi ujung longitudinal lasan pertama kali, Butiran yang lewat dengan
sangat kecil susunanya di anjurkan. Penuhi longitudinal weld bevel dengan
lengkap. Sehingga rata-rata tekanan fitting dapat dijaga.
b. Lengkapi isi lasan pada satu ujung dari fitting. Pemakaian hanya dibutuhkan
sebanyak bidang lasan. Kelebihan lasan malah dapat merusak Ketebalan leher
dari keliling isian seharusnya sedikit lebih padat daripada ketebalan pipa.
c. Lengkapi isian lasan pada ujung fitting yang lainnya.
2.5. Rekomendasi Inspeksi Dan Testing (Pengetesan)
a. Ujilah hasil lasan secara visualisasi untuk retakan (crack), kekurangan leburan dan
undercut.
b. Kekerasan dari lasan merupakan sebuah indikasi yang baik dari bentuk lasan
terhadap crack. Brinell hardness maksimum 215 adalah baik untuk pengelasan
fitting. Alat test kekerasan (hardness) Telebrineller dan Wilson M-7 dapat
digunakan dalam pengetesan dilapangan.
Catatan : Untuk keakuratan pembacaan hardness, mungkin dibutuhkan
menggerinda cap (tutup) pass. Pengelasan lebih dari 215 BHN akan
membutuhkan inspeksi yang lebih detail dari kebutuhan normalnya.
c. Partikel magnetis dari Inspeksi dye penetran mungkin digunakan untuk menguji
isi lasan.
d. Pemasangan pengetest tekanan fitting dipasang sebelum Hot-Tapping. Jangan
sampai kelebihan tekanan internal di pipa.
2.6. Pengelasan Nipple Fitting Ke Line
Disini dijelaskan langkah-langkah prosedur outline untuk pengelasan tipe spesifik dari
Hot-Tape fitting ke Line. Contoh fitting fabric dari tipe-tipe dibawah ini
2.6.1.Persiapan Pengelasan
Presiapan Mengelas mengikuti parameter 7.2.1 a.) sampai e.)
2.6.2. Posisi Fitting Pada Pipa
_________________________________________________________________________________ 17
a. Penempatan fitting pada pipa. Ditengah, level dan tegak lurus sehingga garis
tengah fitting berpotongan dengan garis tengah pipa. Fitting harus tegaklurus
dengan pipa. Lihat gambar dibawah ini
b. Yakinkan gap 1/8 sampai 1/16 inch sudah ada diantara fitting dan permukaan
pipa. Wire spacer dapat dimasukkan kedalam gap sebelum pengetapan fitting ke
pipa. Spacer harus dipisahkan setelah pengetapan (tacking), dan diutamakan
pada akhir pengelasan. Untuk memperoleh toleransi pipa, mungkin diperlukan
menggerinda fitting untuk menjamin kebenarannya.
c. Elektrode regular pipeline AWS E-XX10 harus sudah digunakan untuk memperoleh
hasil yang memuaskan pada lokasi pipeline berkelembaban (moisture) rendah dan
temperature diatas 50oF. Tapi untuk rekomendasi, mengikuti dibawah ini.
d. Low hydrogen electrode AWS E-XX18 direkomendasikan, digunakan untuk hasil
yang terbaik untuk fitting Terutama direkomendasikan untuk mengelas fitting
pada lokasi pipeline berkelembaban (moisture) tinggi dan temperature dibawah
50oF. Elektroda ini mungkin dapat mencegah retakan pada lasan. Retakan dapat
dihasilkan dari terciptanya tegangan (stress) ketika perlakuan pengerasan logam.
Penggunaan electrode ini mungkin membantu untuk mencegah penundaan
hydrogen termasuk retakan (cracking). Jaga electrode pada container khusus
atau di rod oven kering untuk mencegah electrode dari menyerap moisture(uap
air).
e. Preheat atau postheat pada umumnya tidak praktis untuk aliran jalur pipa.
Standard desain fitting dan material tidak dibutuhkan preheat atau postheat lasan
dibawah normal ( 50oF) dan diatas dan bawah pada area lasan pipa dari API 5LX-
52.
2.6.3 Pengelasan
a. Pengelasan Fitting Pada Pipa
Penuhi siku-siku (bevel) lasan dengan lengkap sehingga rata-rata tekanan dapat
dijaga. Lihat gambar dibawah ini.
_________________________________________________________________________________ 18
b. Lasan Penetrasi penuh dengan moderate reinforcement dianjurkan
c. Untuk mencegah kesulitan pengetapan, jangan mengelas bagian dalam fitting
kecuali menggunakan mata bor kecil dari pembukaan valve.
2.7. Pertimbangan-pertimbangan Untuk Keamanan Pengelasan
2.7.1 Pengaruh dari tingkat kelembaban tanah haru diminimalisasi
2.7.2 Welder harus memberitahu kode pengelasan yang dapat dipakai, selama
pengelasan berlangsung
2.7.3 Selesaikan pengelasan dengan baik karena penundaan hydrogen sedikit saja
menyebabkan retak (cracking)
2.7.4 Pembuatan pengelasan hot-tape fitting dianjurkan mengikuti urutan untuk
menghindari cracking (retak) sampai penyusutan (shrinkage)
2.7.5 Fit up dan alignment, kebersihan sambungan lasan, kekerasan dari lasan, inspeksi
yang utama, dan pengetesan adalah factor yang mempengaruhi kesuksesan hasil
lasan.
2.7.6 Tingginya aliran dipipa meningkatkan pendinginan atau quench rate dari lasan.
Lasan dan panas mempengaruhi area yang peka terhadap retakan ketika quench
rate meningkat.
2.7.7 Rendahnya media untuk aliran pipaline direkomendasikan untuk memberikan
moderate quench rate untuk properties lasan yang baik dan untuk menghilangkan
kemungkinan pukulan (blow) pada pipa.
2.7.8 Welder harus mempunyai pengetahuan tentang karakteristik pipa, seperti
ketebalan dinding, dan spesifikasi desain/material dari fitting
2.7.9 Kandungan pipeline, tekanan, temperature, dan aliran seharusnya diketahui.
3. PERSIAPAN PEMOTONGAN (CUTTING)
3.1. Pengetesan Lasan :
Hasil Lasan seharusnya ditest sebelum proses cutting dimulai.
3.1.1 Check kekencangan dari baut, packing nut dan baypass line jika diperlukan, untuk
mencegah kebocoran.
3.1.2 Jika temperature dari linear atau vessel diizinkan untuk pengetesan hydrostatic
seharusnya dilakukan menurut kode yang berlaku. Jika temperature dari logam
5oC (40oF) atau dibawahnya, temperature transisi dari logam seharusnya
dipertimbangkan untuk menghalangi retak dan rapuh.
3.1.3 Udara atau Nitrogen dengan campuran sabun di lasan dapat diganti untuk
hydrostatic test jika temperature menghambat hydrostatic test.
3.1.4 Penambahan pengetesan, seperti radiography, dye penetrant, ultrasonic atau
magnetic partikel direkomendasikan, terutama sekali pada awal dan akhir
_________________________________________________________________________________ 19
pengecekan lasan untuk menghindari retak (cracking). Kepedulian harus
diperhatikan selama pembersihan area lasan dari beberapa material asing atau
residu jika disana test digunakan setelah pertama kali. Disini penambahan
prosedur seharusnya tidak direalisasikan selama pergantian hydrostatic atau
pengetesan udara.
3.2. Pemasangan Mesin
Operator harus mengikuti instruksi dari pabrik dan mengecek item-item dibawah ini:
3.2.1 Yakinkan valve pada sambungan nozzle pada posisi full opening valve, center pada
flange dan bersih.
3.2.2. Jalankan boring bar melalui main valve yang terbuka beberapa waktu untuk
meyakinkan cutter tidak ngejam atau drag.
3.2.3. Secara hati-hati hitunglah jalannya cutter untuk meyakinkan bahwa itu dapat ditarik
kembali melalui valve, terutama sekali pada ukuran pipa yang kecil dan untuk
menjamin bahwa arah yang berlawanan dari pipa tidak terpotong.
3.2.4. Mengecek agar bleed-off valve akan menjaga tekanan dan tidak terisi.
4. Setelah Proses Cutting
Disamping pengukuran, ketika ditentukan oleh setting stop mesin, memungkinkan
untuk memberitahu ketika proses memotong sudah selesai dengan menurunkan
hambatan (resistance) untuk hand cracking atau dengan kecepatan dari udara atau
motor hidraulik. Instruksi pabrik seharusnya diikuti ketika menarik kembali bor dan
menutupnya valve.
Dibeberapa kasus akan dibutuhkan untuk menshut down equipment dan
depressure line untuk recorber blank yang hilang
_________________________________________________________________________________ 20
APPENDIX
HOT TAPPING CHECKLIST
Checklist ini mungkin digunakan untuk mengingatkan untuk memenuhi langkah-langkah
didalam pekerjaan. Tetapi sebaiknya tidak dipertimbangkan untuk semua persiapan yang
mungkin sudah dapat diketahui oleh kondisi tertentu dari pekerjaan. Ini mungkin dijaga
untuk catatan periode waktu tertentu.
Lokasi ______________________________ Tanggal ________________________
A. Sebelum Memulai Hot-Tape
1. Jika diperlukan, sudahkah diperoleh persetujuan izin-izin kerja (Izin Kerja Panas) ?
2. Apakah mesin tapping sudah sesuai tekanan dan temperaturnya untuk pekerjaan
ini?
3. Sudahkah lokasi yang tepat dari Hot Tape di Line atau Vessel diindentifikasi dan
ditandai?
4. Sudahkah area mengelas diinspeksi untuk ketebalan dan bebas dari laminasiau
penggetasan (embrittlement) hydrogen?
5. Sudahkan kebutuhan stress-relieving (bebas getaran/tekanan) dari pengelasan
dipertimbangkan?
6. Apakah flange, baut, gasket, pipa dan valve di pasang sesuai piping kode untuk line
dan vessel?
7. Apakah disana clearance yang cukup untuk mengakomodasi operasi mesin hot tape
dan menarik kembali cutter melalui valve sudah dipenuhi?
8. Apakah fitting hot tape mempunyai panjang yang sesuai untuk mengakomodasi dari
operasi mesin hot tape?
9. Sudahkah gas-gas yang beracun dan mudah menyala di test pada area hot
tapping?
10. Sudahkah komposisi material kima dari kandungan di Line atau vessel
dipertimbangkan untuk menghindari pengelasan pada equipment yang
mengandung campuran mudah terbakar, hydrogen atau bahan kimia yang dapat
mempengaruhi kekuatan logam?
11. Apakah material di line stabil dibawah kondisi panas bebas dari oksigen?
12. Sudahkan racun api disediakan?
13. Sudahkah alat keselamatan yang sesuai disediakan untuk semua personel di hot
tapping area?
14. Apakah area yang akan dihottape dilokasikan dibawah liquid level dari tanki atau
pada line atau equipment dimana cairan yang mengalir sudah terbentuk?
B. Sebelum Memulai Cutting
1. Sudahkah lasan ditest?
2. Sudahkah valve hot tape, gasket, dan baut di check untuk kemungkinan
kebocoran?
3. Sudahkah pengepakan pada mesin hot tape dan bleed valve di check?
4. Apakah baut-baut pada cutter dan pilot bit sudah kencang ?
_________________________________________________________________________________ 21
5. Apakah valve sudah center dengan flange?
6. Sudahkan kedalaman cutting dihitung untuk menghindari memotong bagian pipa
lain yang berlawanan?
7. Sudahkan boring bar dijalankan melalui valve untuk beberapa waktu untuk
menjamin kebebasan jalannya?
8. Sudahkah tekanan dan temperature dari kandungan material diturunkan sebanyak
operasi proses yang akan diikuti?
9. Apakah disana liquid atau aliran gas berhubungan langsung dengan area yang akan
di hot tap?
C. Sebelum Memulai Mengelas
1. Apakah welder berkualifikasi?
2. Apakah preheat area lasan diperlukan?
3. Apakah fitting sudah diposisikan dengan baik sehingga ketidak lurusan
(misalignment) tidak terjadi?
D. Sebelum Memindahkan Mesin Hot Tape
1. Ikuti Instruksi pabrik untuk meyakinkan borring bar dapat secara penuh ditarik
kembali sebelum menutup main valve.
2. Tutup main valve
3. Buka bleeder valve dan yakinkan semua tekanan tidak ada mesin hottap sebelum
memindahkan baut-baut dari flange. Jika aliran atau tekanan masih ada, main valve
kemungkinan bocor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar