Loading...

Senin, 05 Desember 2011

ULASAN TEKNIS/STRATEGI PENANGANAN PEKERJAAN TANK CLEANING DAN REPAIR 3 (TIGA) UNIT TANKI KAP. @ 6.000 BBL DI SP. TAMBUN


ULASAN TEKNIS/STRATEGI PENANGANAN PEKERJAAN


                        
Nama Proyek     : TANK CLEANING DAN REPAIR 3 (TIGA) UNIT TANKI KAP. @ 6.000 BBL DI SP. TAMBUN
Pemilik Proyek   :  PT. PERTAMINA EP REGION JAWA
Pemborong       :  PT. JASA KITA BERSAMA


A.     PEKERJAAN PERSIAPAN
1.        Penyelidikan secara cermat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan lokasi pekerjaan, problem yang mungkin timbul, selama pengadaan bahan/material, pengaruh cuaca/musim selama konstruksi, keadaan tanah, peraturan-peraturan, undang-undang dan hukum yang berlaku.
2.        Survey langsung di lokasi pekerjaan sebagai persyaratan design engineering dan pembuatan gambar-gambar konstruksi.
3.        Pembuatan dan Persetujuan Construction Drawing berdasarkan basic design dan standard yang telah dipersiapkan oleh PERTAMINA EP JAWA.
4.        Pemborong akan melakukan Inspeksi dan Verifikasi bersama-sama Pertamina terhadap Material yang disupply sebelum dilaksanakan pekerjaan.
5.        Pemborong akan membuat kantor sementara sebagai pusat sentralisasi laporan kerja dan tempat koordinasi selama pelaksanaan pekerjaan.
6.        Reqruitment tenaga kerja non skill dari lokasi sekitar kerja dengan tidak menutup kemungkinan penerimaan tenaga skill lokal jika ada. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kerja dan pendekatan dengan penduduk sekitar sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial atau menekan timbulnya masalah.
7.        Pembuatan ijin-ijin kerja dan ijin masuk baik untuk tenaga kerja, peralatan maupun material dengan pihak PERTAMINA EP maupun dengan Pemerintah setempat.
8.        Penyediaan Transportasi selama pekerjaan berjalan.
9.        Pembuatan format-format laporan sebagai bahan pendukung data dalam meeting koordinasi, progress dari seluruh tahapan pekerjaan mulai dari engineering hingga selesainya pekerjaan konstruksi.
10.     Melakukan Koordinasi antara Tim Pelaksana dengan Pengawas Lapangan PERTAMINA, untuk selanjutnya dibuatkan Rencana Kerja Lapangan.
11.     Stand-up Metting akan diadakan setiap hari dengan dihadiri LKKK PERTAMINA EP JAWA sebagai langkah koordinasi kerja
12.     Pelaksanaan Training & Welder Test
a.    Dalam hal ini Welder Training akan dilaksanakan sebelum suatu pekerjaan dilakukan pengelasan. Welder Training dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 minggu sampai kondisi juru las  itu yakin dalam meghadapi welder test yang akan dilaksanakan oleh pemborong/ kontraktor.
b.    Welder Training disini bisa juga dilakukan untuk menghadapi pelaksanaan WPS/PQR.
c.    WPS/PQR didalam pelaksanaan pekerjaan pengelasan harus sudah ada disyahkan oleh DIRJEN Minyak dan Gas Bumi lebih dulu baru pelaksanaan pekerjaan pengelasan dilapangan diijinkan/laksanakan. Kondisi juru las diusahakan prima untuk menghadapi WQT (Welder Qualification Test). Dalam pelaksanaan WPS/PQR yang perlu digaris bawahi adalah dalam uji terhadap spesification bahan yang telah ditentukan dari     PT. PERTAMINA EP JAWA.
d.    WQT hanya dilaksanakan untuk welder yang sertifikatnya sudah tidak berlaku, bagi yang masih berlaku cukup dengan Production Test.
e.    Bila PERTAMINA telah memiliki WPS/PQR sesuai dengan spesifikasi material yang ada, maka kami akan memakai sebagai referensi teknis pelaksanaan pekerjaan (bila diizinkan).
12.   Spesifikasi Yang Dipakai
Spesifikasi ini dilengkapi dengan spesifikasi-spesifikasi yang diambil, dimana yang berhubungan langsung dengan pekerjaan pembuatan tangki seperti API, ASTM, ANSI, ASME, NACE, NFPA, AWS, SII, SSPC dan  STC.
13.    Material :
a.    Procurement Material termasuk pengadaan Equipment (bila ada) disesuaikan overall time schedule.
b.    Cara Penyimpanan Material :
·         Pemborong akan mengusahakan cara-cara penyimpanan dari material-material sebaik-baiknya seperti fitting, valve, plate-plate dan sebagainya dilapangan.
·         Material-material yang disimpan tersebut hendaknya di letakan secara baik,  diberi landasan-landasan kayu atau benda lain sedemikian rupa sehingga aman terhadap kerusakan, dan kotor oleh tanah.
c.    Plate-plate dan baja profil yang dipakai harus memenuhi persyaratan fisik dan komposisi kimia sesuai ASTM A.283 Grade C.

B.           PEKERJAAN MEKANIKAL

TANK CLEANING
1.  Pekerjaan persiapan temporary water spray / tirai air; ketinggian tirai air minimum setinggi tanki yang ada, tirai air digunakan apabila ada pekerjaan panas saja, pemotongan dengan cutting torch atau pengelasan.
2.  Pembukaan shell manhole atau clean out.
3.  Pemompaan sludge crude oil yang tersisa, pengangkutan dan pengisian ke storage tank.
4.  Penggalian sludge limbah crude oil serta pengangkutan.
5.  Pemusanahan limbah crude oil, dilakukan dilokasi yang audah ada ijin lokasi pemusnahan dari KLH.

C.   KONSTRUKSI TANKI
1.      Kualifikasi Tukang Las
a.    Semua jenis pekerjaan pengelasan untuk plat tangki, kerangka besi, bangunan pelengkap dan mounting yang dikerjakan dilapangan akan dikerjakan oleh tenaga tukang las yang mempunyai kualifikasi dibidang pekerjaan ini.
b.    Para tukang las harus diseleksi terlebih dahulu melalui test, pengetesan dan prosedurnya harus mengikuti API Standard 650. Lihat “Spesifikasi prosedure pengelasan”. Para tukang las tersebut harus lulus dan mempunyai sertifikat dalam kualifikasi untuk pekerjaan ereksi dan pengelasan tanki.
2.      Kualifikasi Prosedure Pengelasan
Pemborong akan memberikan contoh hasil pengelasan test plate, dengan menggunakan welding prosedur yang disetujui PT. PERTAMINA EP JAWA, untuk diadakan pengujian dan penyesuaian, bahwa prosedur tersebut apakah sudah cukup memenuhi dan dapat digunakan untuk konstruksi tangki sesuai kualitas yang dibutuhkan. Prosedur pengelasan tersebut disusun berdasarkan referensi Section IX –ASME Boiler and Pressure Vesslel Code.
3.      Spesifikasi Prosedur Pengelasan
Para tukang las dan operator dalam melaksanakan pekerjaan pembuatan tangki harus mengikuti spesifikasi prosedur pengelasan yang disetujui oleh PT. PERTAMINA EP JAWA.
4.      Keadaan cuaca
Pekerjaan pengelasan tidak diperbolehkan untuk dilanjutkan jika permukaan pengelasan basah oleh air (pada waktu hujan atau angin kencang), kecuali jika melakukan pengelasan dimana operatornya pada tempat yang terlindung oleh air/hujan/angin kencang dengan baik.
5.      Electrode
Pemborong akan memakai tukang las yang berpengalaman dalam hal penggunaan kawat las yang digunakan untuk pengelasan tangki. Penyimpanan electroda harus ditempatkan pada tempat yang kering dan terbungkus dengan baik.
a.    Electroda untuk Carbon Steel yang dipakai adalah produksi Kobe Steel Ltd. No. B-14 Ilmenit type. Electroda tersebut sebelum digunakan harus dipanaskan dahulu didalm oven antara 30 menit sampai 60 menit dengan temperatur antara 70°C sampai 100°C.
b.    Permukaan logam yang akan digunakan pengelasan harus dalam keadaan bersih terhadap bekas pemotongan, minyak, oli, karat, air, dan kotoran-kotoran lain yang dapat mempengaruhi kualitas hasil pengelasan. Untuk pengelasan yang berlapis, pada pembuatan lapis las yang berikutnya, haruas dibersihkan terlebih dahulu slag-slag dan kotoran lainnya. Setelah penyambungan pengelasan diselesaikan, maka permukaan harus dibersihkan dan di sikat sebelum dilakukan inspeksi terakhir.
c.    Pada pengelasan double bevel, sesudah bagian luar diselesaikan pengerjaannya, kemudian dibagian dalam dilaksanakan penyambungan las ini, sebelumnya dilakukan Back Chipping dengan grinder atau dengan pneumatic tools. Logam lasan pada setip sisi sambungan las butt joint harus disusun berlapis/overlap sedemikian rupa, permukaan pengelasan akan lebih menonjol dari pada muka platnya, dengan ketinggian tonjolan tersebut tidak boleh lebih dari 3,2 mm untuk sambungan horizontal dan 2,38 mm untuk sambungan vertikal.
d.    Pengelasan tracking digunakan pada sambungan-sambungan plat secara vertikal, dan untuk sambungan horizontal antara plat dinding dengan plat dasar selama pembuatan tangki. Lasa tacking tersebut harus dibuang jika sudah tidak diperlukan. Las tcking pada sambungan horizontal antara plat dinding tegak, dan sambungan antara plat dinding dengan roof plate tidak perlu dibuang, bisa ditutup dengan lapisan cover bead. Arc strike pada permukaan plat tidak diperbolehkan.
e.    Untuk Sheel butt joint semua penyambungan shell plate dilakukan butt welded dari kedua sisinya. Semua sambungan vertikal butt joint, dengan single-vee harus penuh penetrasi lasnya. Demikian juga untuk untuk sambungan horizontal butt joint single bevel harus penuh penetrasi lasnya.
f.     Jika ditemukan hasil pengelasan yang kurang sempurna, maka haru di gouging atau di gerinda secara baik, kemudian dilakukan pengelasan kembali sesuai bentuk dan kualitas yang telah ditentukan. Perbaikan ini hanya boleh dilaksanakan berulanag ditempat yang sama sebanyak 2 (dua) kali. Perbaikan untuk ketiga kalinya ditempat yang sama dilaksanakan dengan cara memotong /membuang seluruh las-lasan sepanjang yang rusak, membuat bevel baru dan dilas kembali.



Pembongkaran roof plate dan roof framing
Pembongkaran tersebut harus dibuatkan terlebih dahulu metode dan urutan pekerjaan pembongkarannya

Penyetelan dan Pemasangan Roof Plate
Sebelum ereksi dari roof plate dimulai, dinding tanki posisinya dicheck apakah ada settlement, ketidak tepatan posisi, ukuran dan ketidak rataan sisi atas dari top course shell plate, sebelum dipersiapan posisi untuk roof plate.
Rangka atap dan Certre Coloum distel/dikerjakan dibawah, setelah selesai baru diangkat keatas dengan crane.
Center of ring harus diletakkan diatas tumpuan sementara kemudian pelat-pelat (roof plate) diletakkan diatasnya dan penyetelan dapat dilakukan untuk persiapan penyambungan.
Untuk memperkecil pengaruh distorsi akibat kerutan-kerutan karena pengelasan, dipakai metoda skip welding seperti pada bottom plate.
Overlaping dan pengelasan pelat-pelatnya sesuai pada pekerjaan bottom plate.
Setelah semua pelat untuk atas sudah ter-las, semua hasil lasan ditest, tyerhadap kebocoran. Pada saat dilakukan hydrostatic test pada tanki, untuk atap akan ditest dengan memompakan udara dibawah atap/roof plate dimana sewaktu tanki penuh air. Tanki roof di test dengan tekanan 9 cm kolam air.
Untuk menyelidiki kebocoran akan disemprotkan dengan busa sabun pada setiap hasil penyambungan.

1.     Fitting, Mounting dan Accessories

Pemasangan fitting-fitting, posisinya harus sesuai dengan gambar, untuk menjamin ketepatan posisi fitting-fitting agar diberi tanda elevasi dan as-asnya pada dinding tanki. Tidak diperkenankan pemasanganfitting, mounting dan accessories lainnya pada tanki sebelum tanki tersebut diberi tanda posisinya, dan posisi tanda tersebut akan dicheck kebenarannya oleh kontraktor dan oleh Pertamina.
a.       Shell Manhole dan Shell Nozle
Typical detail pengelasan untuk manhole dan nozle ditunjukkan pada Gambar-6.
b.       Vertical Ladder
Vertical ladder akan dipasang dan dilas setelah pengelasan shell plate semuanya diselesaikan.

INSPEKSI VISUAL


Kriteria Inspeksi visual pada pekerjaan sebagai berikut :
1.        Penampang dari hasil fillet weld sedemikian rupa sehingga panjang leg sama (± 1.5 mm) dan permukaan dari lasan agak cembung dan tidak beroverlap pada ujung-ujung lasan.
2.        Penampang dari butt weld adalah seragam, agak cembung dan tidak overlap pada ujung-ujung lasan.
3.        Ketinggian dan jarak dari kerutan / ripples harus seragam.
4.        Hasil Lasan tidak ada yang under cut.
5.        Tidak diperbolehkan keadaan hasil lasan pada satu titik menggumpal ataupun berongga yaitu pada tempat-tempat start dan stop pengelasan.
6.        Permukaan dari lasan tidak berongga dan kotoran las (slag) segera dihilangkan dan tidak mengandung porosity.
7.        Perubahan bentuk dari bottom, shell dan roof plate harus masih dalam batas-batas yang diperbolehkan sesuai spesifikasi.
8.        Bekas tack weld dari erection jigs dan lain-lainnya harus digerinda hingga rata permukaan plate, apabila terdapat undercut akibat pekerjaan melepas erection jigs tersebut, harus diisi dahulu dengan las kemudian digerinda rata plate.

D.        PEMERIKSAAN RADIOGRAPHY

1.         Hasil pengelasan akan diperiksa dengan cara pemeriksaan radiografi. Untuk las-lasan yang ternyata tidak memenuhi persyaratan radiografi, akan diperbaiki sesuai dasar butir (C.5.f) diatas.
2.         Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh pihak ketiga sesuai dengan prosedur radiografi untuk tangki yang telah di setujui dan API. STD. 650. Jumlah dan lokasi titik-titik untuk pengujian radiografi ini adalah sesuai dengan Gambar-1 yang dikutip dari API Standard 650.

HYDROSTATIC TEST


Shell dan fixed roof dari tangki akan di test setelah pekerjaan roof plate selesai.
Hydrostatic test yang dilakukan adalah mengisi tangki dengan air sampai mencapaiketinggian muka air hingga top leg dari sudut top curb, dan pencatatan / penandaan pada tempat-tempat yang mengalami kebocoran.
Hydrostatic test tersebut berlangsung sedikitnya selama 1 x 24 jam dan max. 3 x 24 jam.
Jika terjadi penurunan/settlement pada podasi tangki akan segera dilaporkan ke PERTAMINA, dan pengisian air pada tangki segera dihentikan, dengan tinggi muka air dicatat, test segera dihentikan menunggu kepurtusan yang akan diambil oleh PERTAMINA.


LAIN-LAIN

 

PENGECATAN

1.      Pengecatan dikerjakan sesuai dengan spesifikasi yang telah disetujui PERTAMINA EP REGION JAWA.
2.      Pemborong akan menyediakan semua material, pengawas dan pekerja yang berpengalaman dalam bidang pengecatan tangki.
3.      Metarial cat yang tiba di Site harus dalam keadaan baik, tertutup rapat menurut aslinya, merek dan nomor/macam warna dan cat tidak boleh dibuka jika belum siap untuk dipakai. Dalam penyimpanan dan pemakaian temperatur harus dijaga diatas 35° F.
4.      Pencampuran/Pengadukan bahan harus mengikuti petunjuk pabrik pembuatnya. Pekerjaan Pencampuran dilakukan sewaktu siap melakukan pekerjaan pengecatan, agar tidak merubah mutu hasil pengecatan yang disebabkan karena persiapan pemakaian cat terlalu lama.
5.      Usahakan seluruh permukaan yang akan dicat terbebas dari kotoran dan karat-karat.
6.      Setiap lapis pengecatan diusahakan mempunyai ketebalan yang merata tidak berpori, arah gerakan melengkung atau melingkar. Jika ada permukaan yang akan disempurnakan, harus ditunggu hingga lapisan dalam keadaan kering.
7.      Tidak diperbolehkan dilakukan pengecatan jika temperatur permukaan besi dibawah 50° F, dan ketebalan relatif diatas 85%.
8.      Hasil pengecatan kering dari setiap lapisan pengecatan akan diukur ketebalannya dengan alat non destructive film thickness gauge, demikian juga dengan ketebalan totalnya, untuk menjamin hasilnya sesuai spesifikasi.
9.      Waktu Pengeringan diantara lapisan adalah 24 jam pada temperature 70° F.
10.   Setelah lapisan pengecatan paling atas selesai, diperlukan waktu pengeringan minimum 3 (tiga) hari sebelum tangki dioperasikan.

KEAMANAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

1.      Pemborong akan melengkapi semua keperluan perangkat keamanan untuk pelaksanaan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan ereksi dan mekanikal umunya.
2.      Perangkat keamanan yang dibutuhkan termasuk explosion proof lights dan peralatan listriknya, masker yang dapat dihubungkan lansung dengan udara luar dan exhaust fans yang memungkinkan untuk menjadikan solvent vapor dibawah 20% dari explosive limit, atau ¼ % dari volume solvent vapor di udara luar.
3.      Pekerja-pekerja yang melakukan pekerjaan diatas ketinggian agar menggunakan safety hardness dan pekerjaan-pekerjaan tersebut jangan melalui pekerjaannya selama masih ada orang lain di daerah tersebut.
4.      Semua pekerja dilarang merokok pada tempat / erea kerja.
5.      Tempat untuk merokok, supaya disediakan pada daerah-daerah yang telah ditentukan oleh PERTAMINA.






                                                                       Disiapkan oleh,
                                                                       PT. JASA KITA BERSAMA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar